Sumber: Radar Bogor, 12-05-2008 03:16 WIB
BOGOR - Aksi perampokan di Kota Bogor rupanya makin merajalela. Setelah rumah manajer nikel di Jalan Johar beberapa waktu lalu, kemarin giliran rumah Dr Ir Bambang Supriyanto (45) yang disatroni rampok.
Rumah yang berlokasi di kompleks Perumahan Cimanggu Perikanan Jalan Gurame RT 03/01 Kelurahan Kedungwaringin Kecamatan Tanahsareal itu menjadi sasaran aksi perampokan di siang bolong. Untuk memuluskan aksinya, perampok bersenjata api itu menyekap anak dan pembantu Bambang.
Peristiwa naas itu baru diketahui korban pukul 02:15 WIB. Saat itu Bambang mengaku baru pulang dari luar kota dan dijemput istrinya di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Begitu Bambang masuk rumah dia mengaku sudah curiga. Sebab, saat itu pintu pagar depan rumah tampak setengah terbuka.
Tak lama, Bambang dan istrinya masuk. Karena suasana sepi, Bambang berteriak memanggil anak dan pembantunya. Awalnya, tidak ada sahutan, tapi sayup-sayup Bambang mendengar ada suara anak perempuannya yang berusia 12 tahun menangis. Bambang pun menghampiri kamar anaknya yang dalam keadaan terkunci.
"Untungnya, anak saya selalu mengantongi kunci cadangan kamarnya dalam tas, sehingga bisa langsung dibuka dari dalam," ujarnya.
Setelah pintu kamar anaknya terbuka, alangkah kagetnya Bambang. Sebab, dalam kamar tersebut ada juga pembantunya bernama Lina (21) yang juga disekap. Dari keterangan Lina inilah diketahui kronologi perampokan yang sebenarnya. Enam orang tamu tak diundang datang secara tiba-tiba. Sebagian dari mereka (perampok, red) masuk ke dalam rumah dan sebagian lagi berjaga-jaga di luar rumah.
"Menurut pembantu saya, di antara mereka mengacungkan senjata api sambil membentak agar tidak bergerak," ujar Bambang.
Pembantu dan anaknya kemudian diancam agar diam. Setelah itu, pelaku menyekap keduanya di dalam kamar anaknya. Tak lama, perampok menggasak isi rumah.
Apa saja barang yang hilang? Versi Bambang, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Itu berdasarkan nilai barang yang dibawa kapur perampok, seperti dua unit laptop, satu set mahar pernikahan dari berlian yang ditaksir Rp20 juta, uang tunai Rp1 juta, dua unit HP, satu playstation dan dua unit gitar akustik.
Pria yang juga ketua RW di lingkungannya ini bahkan mengaku peristiwa pencurian siang hari memang bukan pertamakalinya terjadi. "Sebelumnya rumah seorang warga saya juga disatroni maling," ujarnya.
Untuk itu, sebagai ketua RW, Bambang berharap agar warga bisa lebih waspada mengantisipasi peristiwa yang sama. Kuncinya, waspada dan warga harus membiasakan kunci pintu, pagar dan jendela jika sedang keluar rumah.
Kanit Reskrim Polsekta Tanahsareal Iptu Safrudin mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi kunci yakni pembantu korban. “Pembantu masih shock, yang kami periksa baru pemilik rumah," ujarnya. (nie)
Kembali ke Bogorku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar