TAMANSARI - Kini penderita penyakit TBC tak perlu memikirkan biaya besar untuk menyembuhkannya. Pasalnya, pemerintah telah menggalakkan pengobatan gratis kepada penderita TBC melalui program Pemberantasan dan Penanggulangan (P2)-TBC. Program P2-TBC itu telah disosialisasikan di masing-masing kecamatan dengan menghadirkan kader posyandu sebagai peserta sosialisasi.
Kader posyandu diharapkan dapat menjadi garda pemberantasan dan penanggulangan penyakit TBC di wilayahnya. "Sosialisasi ini untuk mencari dukungan dari kader posyandu agar program P2-TBC berjalan baik," ujar Pelaksana Program P2-TBC Aan Setiawan dalam acara sosialisasi program P2-TBC di GOR Tamansari, Rabu (7/5).
Ia berharap, kader posyandu dapat menjadi pengawas menelan obat (PMO) dalam program P2-TBC. Menyembuhkan TBC itu membutuhkan proses dan waktu panjang.
"Jadi, terkadang penderita bosan berobat. Makanya kader posyandu diharapkan bisa menjadi PMO supaya program P2-TBC berjalan maksimal," katanya.
"Khusus obat TBC, semuanya kita gratiskan. Jadi, kalau kader posyandu tahu ada penderita TBC di wilayahnya, disarankan berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena obatnya sudah gratis. Tapi, pasien tetap harus membayar retribusi. Soalnya, itu sudah diatur dalam perda," jelasnya.
Sementara Kepala UPTD Puskesmas Wilayah Tamansari dr Farini mengatakan, gejala umum penderita TBC antara lain batuk lebih dari tiga minggu, keluar keringat pada malam hari, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. "Kalau ada penderita batuk yang sudah lebih dari tiga minggu, dianjurkan memeriksakan kesehatannya ke puskesmas. Soalnya, khawatir TBC," katanya.
Setiap pasien TBC, sambung Farini, dapat menularkannya kepada 15 orang lainnya. Karena itu, jika ada warga yang terindikasi terkena penyakit TBC, disarankan segera memeriksakan ke puskesmas. Sebab, TBC tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga oranglain.
"Saya berharap kepada kader posyandu supaya bisa menyosialisasikan gejala umum penyakit TBC kepada masyarakat dan tanggap jika menemukan penderita TBC di lapangan," kata alumnus kedokteran UI itu. (rid)
Kembali ke Bogorku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar