Senin, 05 Mei 2008

Masyarakat Bisa Melaporkan Jika Ada Kejanggalan: Sholis Harus Tahan Lama

Sumber: Radar Bogor, 06-05-2008 05:42 WIB

KAPTEN MUSLIHAT - Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) tengah dalam perbaikan. Namun, masyarakat mengharapkan perbaikan yang memakan Rp8 miliar ini jauh lebih baik dan bertahan lama. Jangan sampai belum satu tahun diperbaiki sudah rusak seperti perbaikan awal 2007 lalu yang membuang Rp7,5 miliar.

Wakil Ketua Komisi C Yusuf Dardiri berjanji akan mengawasi lebih ketat pengerjaan jalan nasional tersebut. Menurutnya, alas kerja menjadi kunci kekuatan jalan. Ia pun mepertanyakan PT Sumber Batu sebagai pengembang yang berencana mengecor lima hingga 25 cm sepanjang 1 km.

“Jika alas kerja kurang tebal dan kuat, apapun di atasnya, mau dicor atau hotmik tetap akan cepat rusak. Solusinya? Bongkar ulang, tingkatkan pengerasannya,” katanya.

Alas kerja itu sebaiknya setebal 30-40 cm. Kalau tidak, kemungkinan amblas akan terjadi lagi. Apalagi, Sholis termasuk jalan nasional dan seharusnya bisa menahan beban sekitar 30 ton.

“Kalau alas kerja hanya 25 cm kekuatan tonasenya standar, hanya sekitar 10 ton,” ujar Ketua F-PKS ini.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah drainase di kanan kiri jalan. Menurut dia, sekuat apapun jalan tetap akan rusak jika tak ada drainase. Tak terkecuali drainase di sekitar median jalan.

“Air bisa masuk dari median. Kalau tak mampu menahan derasnya air bisa meleber ke bahu jalan,” tandas Yusuf.
Komisi C juga berencana memanggil PT Sumber Batu. “Kita ingin mendengar ekspose-nya,” ujarnya.

Meski lelang dilakukan oleh pemerintah pusat, lanjutya, tetapi tiap wilayah memiliki standar dan dapat memberikan masukan. Salah satu wadahnya menyampaikan masukan kepada DPR RI Komisi 4.

Senada dengan Yusuf, Anggota Komisi C Taufik Khusnun mengatakan perbaikan jalan Sholis dengan cara betonisasi memang bagus, mengingat tanah sekitar Sholis basah.

“Jadi pengerjaan dengan betonisasi cukup andal,” katanya yang berencana dalam waktu dekat melakukan sidak ke lokasi.

Politisi dari PDIP ini juga mewanti-wanti pengerjaan seharusnya dilakukan saat alas kerja sudah rata dan tak ada lagi ada genangan air.

Tak lupa ia mengimbau pada masyarakat untuk ikut mengawasi dan kritis terhadap pengerjaan proyek di Kota Bogor termasuk perbaikan Sholis.

“Kalau ada kejanggalan segera melapor pada kami. Karena kita punya pengalaman buruk dengan pengerjaan Sholis sebelumnya,” tukasnya.

Sementara itu, penambalan sisi jalan Sholeh Iskandar (Sholis) sebelah utara hampir rampung. Ini sesuai skedul penambalan Sholis selama dua minggu.

Supaya sesuai jadwal selama dua minggu, petugas menurunkan alat-alat berat untuk memperbaiki kerusakan parah di sepanjang Sholis sebelah utara . Petugas juga menutup sebagian badan jalan dengan memasang papan peringatan dan pembatas. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus berjalan lebih lambat.

Beberapa pekerja meratakan lubang kerusakan dengan bebatuan. Sementara, ada beberapa lubang kerusakan tergenang air hujan.

Penanggung jawab dari kontraktor PT Sumber Batu, Sahat Pakpahan, selama sembilan hari bekerja, patching (penambalan) mencapai lebih dari 60 persen dari jarak keseluruhan 2,2 kilometer.

Menurutnya, seusai penambalan jalan sebelah utara, fokus penambalan pada sisi selatan yang mengalami kerusakan lebih parah. Sisi jalan selatan akan mendapat penanganan seperti mengisi lubang dengan batu dan meratakannya menggunakan alat berat. Namun karena bagian selatan menggunakan beton, yang terlihat hanya meratakan jalan.
Proyek infrastruktur dengan bujet Rp8 miliar tersebut, lanjut Sahat hanya memperbaiki badan jalan. Sedangkan untuk drainase yang juga menjadi bagian proyek APBN belum tampak.

“Menunggu perintah saja. Sekarang kita memang melakukan penambalan sampai semua sisi jalan yang rusak di sebelah ini (utara,red) tertangani,” katanya.

Pengerjaan drainase di kanan-kiri jalan bersamaan dengan pengerjaan pengerasan (rigid) jalan dengan betonisasi. (rtn/nan)

Kembali ke Home.

Tidak ada komentar: