Selasa, 13 Mei 2008

Wabah Cikungunya Kembali Menyerang Bogor

Sumber: Bogoronline.com, 13.05.2008

74 Warga Jadi Korban

BOGOR - Kota Bogor kembali diserang wabah cikungunya, kali ini 74 orang warga Kampung Muara RW 11 Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat telah menjadi korban akibat wabah tersebut. Meski telah menyerang puluhan warga, namun Dinas Kesehatan Kota Bogor belum juga memberikan bantuan pengobatan terhadap para korban.

Omah (42), salah seorang warga yang telah menjadi korban cikungunya menuturkan, dirinya hingga saat ini belum mendapatkan bantuan pengobatan gratis dari pemerintah. Padahal dirinya sudah berobat ke Puskesmas sejak 3 hari yang lalu. "Saya hanya berobat ke Puskesmas saja. Hingga saat ini saya belum mendapatkan bantuan pengobatan dari pihak manapun juga, termasuk dari pemerintah," ujarnya pada bogorOnline, Selasa (13/5) di kediamannya.

Sementara itu, Hesti (16), warga yang telah menjadi korban cikungunya lainnya mengungkapkan, dirinya merasa lemas dan selalu pusing setelah mengalami bintik-bintik merah diseluruh tubuhnya. "Sebenarnya saya tidak percaya kalau telah terjangkit penyakit cikungunya, karena sebelumnya saya biasa-biasanya," ungkapnya.

Perihal jumlah korban yang mencapai 74 orang tersebut diakui oleh Sopiah, Ketua Pos Yandu RW 11 Kampung Muara Keluarahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat. "Warga yang terjangkit cikungunya ini pertamanya hanya 60 orang saja yang terdata di Pos Yandu, namun setelah 2 hari kemarin, data tersebut bertambah 14 orang, sehingga kini semuanya berjumlah 74 orang," tandasnya. (apg)-.

Kembali ke Bogorku.

Smart Card Bogor Dijamin Beda

Sumber: Radar Bogor, 13-05-2008


KAPTEN MUSLIHAT — Rencana penggunaan smart card sudah tak dapat ditawar lagi. Apalagi, pemerintah pusat mengultimatum baru akan memberikan hibah jika pemkot berjanji mengubah manajemen Trans Pakuan (TP) dengan menggunakan smart card. Hasil pembahasan dengan Komisi B ketika berkunjung ke kantor Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) menegaskan, penggunaan smart card di Kota Bogor akan berbeda seperti yang diberlakukan Trans Jakarta maupun Trans Jogja.

Menurut Anggota Komisi B Mufthi Faoqi, sistem smart card yang digunakan di Kota Bogor nanti menyadur sistem yang digunakan di Singapura. Yakni smart card digunakan di pintu masuk TP. Alasannya, lebih menghemat jumlah tenaga kerja. “Kalau di Jogjakarta kan kartunya ada dan digunakan di tiap shelter. Makanya mereka membutuhkan banyak pekerja yang diposisikan di shelter,” katanya. Nantinya, pintu bus baru akan terbuka jika kita menggesek smart card.

Ia yakin warga Bogor sanggup dan layak membayar dengan sistem smart card ini. “Ini tingal bagaimana kita membiasakan diri dan belajar disiplin,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat. Apalagi, era globalisasi ini sistem alat tukar mulai berubah tak lagi dalam bentuk uang melainkan kartu.

Selanjutnya, penjualan smart card tak ubahnya teknis penjualan pulsa. Harganya pun beragam mulai dari Rp15 ribu untuk beberapa kali naik TP. Tapi kalau habis kartunya tidak dibuang melainkan diisi ulang. Mengingat pembuatan kartu khusus tersebut terbilang mahal. “Jadi ada pihak ketiga yang membantu menjual smart card,” kata Oqi-sapaan akrabnya. Berapa jumlah persen yang didapat pihak ketiga, ia mengaku belum ada pembicaraan lebih jauh.

Meski begitu, PDJT masih menjual single trip atau karcis sekali naik. “Teknisnya bisa juga harganya lebih mahal sedikit ketimbang kalau kita punya smart card,” tandasnya.

Nantinya, smart card harus terkoneksi dengan jaringan internet yang bisa terbaca atau link dengan PDJT. “Jadi dalam hitungan detik mereka (PDJT) tahu jumlah penumpang yang ada,” katanya. Kapan pelaksanaannya, ia memastikan tahun ini. Sebab anggaran penggunaan smart card hingga pelelangan sistemnya Rp1,8 miliar sudah masuk APBD 2008.

Mengingat pementah pusat berencana menaikkan harga BBM, Anggota Komisi B Suherman tak memungkiri adanya kenaikan tarif TP. “Itu konsekuensi,” tandasnya. Makanya, PDJT perlu mengimbangi dengan kenyamanan dan pelayanan yang memuaskan. (rtn)

Kembali ke Bogorku.

Senin, 12 Mei 2008

Truk Maut Dievakuasi, Korban masih Shock

Sumber: Radar Bogor, 12-05-2008 03:13 WIB

BOGOR - Truk naas bernopol B 9054 SI yang menewaskan satu orang dan melukai tujuh orang di Jalan Raya Cagak Kampung Panyaungan Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, akhirnya dievakuasi petugas dari Lakalantas Polres Bogor, kemarin. Truk tersebut kemudian dibawa ke Pos Lakalantas Leuwiliang sebagai barang bukti.

Sedangkan korban meninggal Enday Hidayat (20) langsung dimakamkan oleh keluarganya. Lima korban lain yang dirawat juga sudah diperbolehkan pulang. Khusus dua korban yang patah tulang masih dirawat intensif di RS PMI Bogor. Sebelumnya, korban dirawat sementara di RSUD Leuwiliang.

Salah seorang warga sekitar Aray (34) menuturkan, setelah kejadian itu polisi langsung mengevakuasi truk bernopol B 9054 SI dengan mendereknya. Beberapa warga juga sudah diperbolehkan pulang. Namun, masih ada korban yang dirawat di Rumah Sakit PMI Bogor. “TKP masih ramai, bahkan sekarang warga sedang membersihkan puing-puing reruntuhan,” ujarnya.

Beberapa korban terlihat masih shock. Seperti yang dialami keluarga Lenah (10), korban yang tertimbun reruntuhan. Untuk sementara, Lenah tinggal di tetangga sekitar sampai rumahnya diperbaiki.

Kapolsek Leuwiliang AKP Riyanto mengatakan, peristiwa naas yang menewaskan satu warga itu sudah dilimpahkan ke Polres Bogor. “Setelah kejadian, kita langsung melapor ke Polres Bogor. Sekarang Polres Bogor masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi Sabtu (10/5),” terangnya.

Ketika ditanya kernet yang melarikan diri, Riyanto enggan menyebutkan. Alasannya kasus tersebut sedang ditangani polres. Informasi yang diperoleh, kernet yang melarikan diri dan belum diketahui identitasnya ini sudah diamankan dan kini sedang ditangani Polres Bogor.(dkw)

Kembali ke Bogorku.

Rampok Bersenpi Sekap Anak Doktor

Sumber: Radar Bogor, 12-05-2008 03:16 WIB

BOGOR - Aksi perampokan di Kota Bogor rupanya makin merajalela. Setelah rumah manajer nikel di Jalan Johar beberapa waktu lalu, kemarin giliran rumah Dr Ir Bambang Supriyanto (45) yang disatroni rampok.

Rumah yang berlokasi di kompleks Perumahan Cimanggu Perikanan Jalan Gurame RT 03/01 Kelurahan Kedungwaringin Kecamatan Tanahsareal itu menjadi sasaran aksi perampokan di siang bolong. Untuk memuluskan aksinya, perampok bersenjata api itu menyekap anak dan pembantu Bambang.

Peristiwa naas itu baru diketahui korban pukul 02:15 WIB. Saat itu Bambang mengaku baru pulang dari luar kota dan dijemput istrinya di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Begitu Bambang masuk rumah dia mengaku sudah curiga. Sebab, saat itu pintu pagar depan rumah tampak setengah terbuka.

Tak lama, Bambang dan istrinya masuk. Karena suasana sepi, Bambang berteriak memanggil anak dan pembantunya. Awalnya, tidak ada sahutan, tapi sayup-sayup Bambang mendengar ada suara anak perempuannya yang berusia 12 tahun menangis. Bambang pun menghampiri kamar anaknya yang dalam keadaan terkunci.

"Untungnya, anak saya selalu mengantongi kunci cadangan kamarnya dalam tas, sehingga bisa langsung dibuka dari dalam," ujarnya.

Setelah pintu kamar anaknya terbuka, alangkah kagetnya Bambang. Sebab, dalam kamar tersebut ada juga pembantunya bernama Lina (21) yang juga disekap. Dari keterangan Lina inilah diketahui kronologi perampokan yang sebenarnya. Enam orang tamu tak diundang datang secara tiba-tiba. Sebagian dari mereka (perampok, red) masuk ke dalam rumah dan sebagian lagi berjaga-jaga di luar rumah.

"Menurut pembantu saya, di antara mereka mengacungkan senjata api sambil membentak agar tidak bergerak," ujar Bambang.

Pembantu dan anaknya kemudian diancam agar diam. Setelah itu, pelaku menyekap keduanya di dalam kamar anaknya. Tak lama, perampok menggasak isi rumah.

Apa saja barang yang hilang? Versi Bambang, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Itu berdasarkan nilai barang yang dibawa kapur perampok, seperti dua unit laptop, satu set mahar pernikahan dari berlian yang ditaksir Rp20 juta, uang tunai Rp1 juta, dua unit HP, satu playstation dan dua unit gitar akustik.

Pria yang juga ketua RW di lingkungannya ini bahkan mengaku peristiwa pencurian siang hari memang bukan pertamakalinya terjadi. "Sebelumnya rumah seorang warga saya juga disatroni maling," ujarnya.

Untuk itu, sebagai ketua RW, Bambang berharap agar warga bisa lebih waspada mengantisipasi peristiwa yang sama. Kuncinya, waspada dan warga harus membiasakan kunci pintu, pagar dan jendela jika sedang keluar rumah.

Kanit Reskrim Polsekta Tanahsareal Iptu Safrudin mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi kunci yakni pembantu korban. “Pembantu masih shock, yang kami periksa baru pemilik rumah," ujarnya. (nie)

Kembali ke Bogorku.

Kamis, 08 Mei 2008

Puskesmas Layani Pengobatan TBC Gratis

Sumber: Radar Bogor, 08-05-2008

TAMANSARI - Kini penderita penyakit TBC tak perlu memikirkan biaya besar untuk menyembuhkannya. Pasalnya, pemerintah telah menggalakkan pengobatan gratis kepada penderita TBC melalui program Pemberantasan dan Penanggulangan (P2)-TBC. Program P2-TBC itu telah disosialisasikan di masing-masing kecamatan dengan menghadirkan kader posyandu sebagai peserta sosialisasi.

Kader posyandu diharapkan dapat menjadi garda pemberantasan dan penanggulangan penyakit TBC di wilayahnya. "Sosialisasi ini untuk mencari dukungan dari kader posyandu agar program P2-TBC berjalan baik," ujar Pelaksana Program P2-TBC Aan Setiawan dalam acara sosialisasi program P2-TBC di GOR Tamansari, Rabu (7/5).

Ia berharap, kader posyandu dapat menjadi pengawas menelan obat (PMO) dalam program P2-TBC. Menyembuhkan TBC itu membutuhkan proses dan waktu panjang.

"Jadi, terkadang penderita bosan berobat. Makanya kader posyandu diharapkan bisa menjadi PMO supaya program P2-TBC berjalan maksimal," katanya.

"Khusus obat TBC, semuanya kita gratiskan. Jadi, kalau kader posyandu tahu ada penderita TBC di wilayahnya, disarankan berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena obatnya sudah gratis. Tapi, pasien tetap harus membayar retribusi. Soalnya, itu sudah diatur dalam perda," jelasnya.

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Wilayah Tamansari dr Farini mengatakan, gejala umum penderita TBC antara lain batuk lebih dari tiga minggu, keluar keringat pada malam hari, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. "Kalau ada penderita batuk yang sudah lebih dari tiga minggu, dianjurkan memeriksakan kesehatannya ke puskesmas. Soalnya, khawatir TBC," katanya.

Setiap pasien TBC, sambung Farini, dapat menularkannya kepada 15 orang lainnya. Karena itu, jika ada warga yang terindikasi terkena penyakit TBC, disarankan segera memeriksakan ke puskesmas. Sebab, TBC tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga oranglain.

"Saya berharap kepada kader posyandu supaya bisa menyosialisasikan gejala umum penyakit TBC kepada masyarakat dan tanggap jika menemukan penderita TBC di lapangan," kata alumnus kedokteran UI itu. (rid)

Kembali ke Bogorku.

Rabu, 07 Mei 2008

Selasa, 06 Mei 2008

UN Hari Kedua di Kota Bogor, Ditemukan, Amplop Lembar Jawaban Terbuka

Sumber: Radar Bogor, 07-05-2008 06:54 WIB


BOGOR - Komisi D DPRD Kota Bogor mencium ketidakberesan dalam Ujian Nasional (UN) SMP hari kedua, kemarin. Saat inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah sekolah negeri, dua wakil rakyat menemukan amplop lembar jawaban yang terbuka. Dugaan kecurangan UN pun muncul.

Ceritanya, saat Ani Sumarni dan Ahmadi Sukarno mendatangi ruang panitia sebuah sekolah, anggota Komisi D itu melihat amplop cokelat berisi lembar jawaban yang telah dikumpulkan siswa dalam keadaan terbuka. Amplop yang segera dikirimkan ke rayon tersebut tanpa segel dan lem. Padahal dalam aturan, penyegelan harus dilakukan sejak di ruang ujian oleh pengawas.

Di atas meja panitia pun sudah menyiapkan beberapa perekat yang disusun rapi. Saat wakil rakyat menanyakan alasannya, salah satu penitia mengatakan dirinya bertugas merekatkan amplop yang belum kuat.

Benarkah? Sebab, salah satu amplop benar-benar belum tersegel dan bersih dari perekat. Tanda-tanda pengawas sudah merekatkan sejak ruang ujian tidak tampak. Sementara Tim Pemantau Independen (TPI) tidak melakukan peneguran.

Dugaan kemungkinan amplop sengaja tak direkatkan sehingga memberikan kesempatan untuk melakukan kecurangan pun mencuat.Namun, itu buru-buru disanggah. Tak lama, pihak TPI segera mengantarkan amplop ke rayon yang berlokasi di SMPN 12.

Dewan juga mendapat penjelasan langsung mengenai amplop yang terbuka tersebut dari pihak sekolah. Namun, mereka kurang puas dengan pernyataan yang mereka terima.

Anggota Komisi D Ahmadi Sukarno menyayangkan masih ditemukan amplop jawaban siswa ketika dikirim ke ruang panitia belum rapi sehingga panitia masih harus melakukan pengeleman ulang.

Ahmadi juga menyesalkan kinerja TPI yang terasa kurang optimal. “Apa harus ditambah sehingga bisa memantau pelaksanaan UN dengan optimal?” ujarnya seraya bertanya.

Sementara Anggota Komisi D Ani Sumarni usai melakukan sidak di dua sekolah negeri favorit itu mengaku secara umum pelaksanaannya terbilang tertib. Tapi, sebagus apa pun sistem itu ketika di lapangan tidak mampu mengaplikasikannya maka hasilnya tetap saja tak akan berjalan baik. Makanya, ia mengimbau semua pihak mentaati aturan UN yang berlaku.

“Salah satu yang harus digarisbawahi adalah pengawas tetap harus melakukan pengeleman LJK sejak di ruang ujian,” tegasnya.

Kualitas lem yang digunakan pun harus baik. Ia yakin benar, pengawas tak kekurangan informasi maupun sosialisasi terkait aturan ini. Jika ini tak dilakukan, bisa menjadi catatan khusus yang dikhawatirkan menjadi indikasi yang tidak diinginkan. "Jadi, hormati aturan yang sudah dikeluarkan BNSP,” katanya.

Menurut dia, temuan terkait kelalaian pengeleman memang terlihat kecil. Tapi menjadi suatu yang mengganjal dan dapat menodai pelaksanaan.

Ia juga mengimbau agar Tim TPI lebih kritis mengawasi pelaksanaan UN, terlebih jika menemukan kelalaian atau kejanggalan. “Kalau alasannya kelalaian, tapi dilakukan sering akan sulit dibedakan dengan adanya kemungkinan faktor kesengajaan,” ujarnya seraya mengimbau kepada pelaksana UN agar mengedepankan moralitas.

Sedangkan Sekretaris Rayon 2 Su'eb menyarankan agar pelaksanaan UN berjalan lancar. Sejak pendistribusian soal yang diambil langsung sekolah penyelenggara pada pukul 05:30 WIB berjalan tertib. Bahkan, sampai soal dan LJK dibawa ke pusat pun sudah sesuai waktu yang ditentukan.

Su'eb juga menjelaskan, kemarin hanya delapan siswa yang tidak mengikuti ujian karena sakit. Ini berkurang satu dari hari pertama UN.

Soal penemuan dugaan kecurangan yang ditemukan dewan saat sidak di salah satu SMP favorit di Bogor, Su'eb tidak banyak berkomentar. Mengenai pengembalian soal dan LJK dengan pertimbangan jarak antara SMP tersebut dengan rayon cukup dekat, dirinya hanya berkomentar itu hanya teknis.

"Mungkin karena ruangannya banyak dan jumlah peserta yang juga banyak, jadi untuk mengumpulkan membutuhkan waktu yang cukup banyak pula. Tapi, hal lain saya tidak tahu. Tapi secara teknis tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara itu, pihak SMPN yang dituduhkan dewan menjelaskan, masalah pengeleman hanya soal teknis. "Itu hanya human error. Pengawas juga manusia, masa manusia tidak boleh lupa. Makanya saat diketahui amplop LJK ada yang belum dilem, ya akhirnya kami lem bersama-sama. Itu juga diawasi TPI. Jadi, tidak ada kecurangan sama sekali," jelasnya.

Dia menambahkan, jangan hanya karena masalah seperti itu sehingga merugikan salah satu pihak. "Ini namanya tidak prinsipil. Jangan buat opini negatif, di mana masyarakat akan berpandangan yang negatif pula," terangnya. (nel/rtn)

Kembali ke Bogorku

Jelang Kenaikan BBM, Warga Mulai Padati SPBU Untuk Dapatkan Bensin


Sumber: Bogoronline, 5 Mei 2008

BOGOR - Meskipun kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan baru akan mulai dinaikan oleh pemerintah pada bulan Juni 2008 mendatang, namun keresahan dan kekhawatiran warga terhadap akan langkanya bensin setelah dinaikan harganya oleh pemerintah mulai terjadi dibeberapa wilayah di Bogor, seperti yang terjadi di SPBU yang terletak di Desa Kotabatu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Senin (5/5).

Dilokasi SPBU tersebut, ratusan warga yang memiliki berbagai kendaraan, baik itu kendaraan roda dua ataupun roda empat, sejak mulai pukul 6:00 wib pagi telah memadati SPBU untuk sekedar mendapatkan bensin. Kondisi ini terkait adanya rencana pemerintah yang akan mulai menaikan harga BBM pada bulan Juni 2008 mendatang, sehingga membuat warga mulai merasa resah dan khawatir akan langkanya bensin setelah harganya dinaikan oleh pemerintah.

"Saya cuma pengen mendapatkan bensin yang cukup saja sebelum harganya dinaikan oleh pemerintah. Saya tahu harga bensin akan dinaikan ini dari informasi tv dan koran. Makanya saya buru-buru membeli bensin, karena takut nantinya bensin akan langka setelah harganya dinaikan," ujar Asep (43), salah seorang warga pada bogorOnline.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU sendiri tidak mengetahui akan adanya antrian warga tersebut. Pasalnya, antrian ini tidak pernah diperkirakan sebelumnya oleh pihak SPBU Kotabatu. "Kami tidak tahu kalau bakal ada antrian warga sebanyak ini. Karena sebelumnya tidak pernah ada warga sebanyak ini yang rela mengantri sejak pagi untuk mendapatkan bensin," tandas Jumali (34), salah seorang karyawan SPBU Kotabatu. (apg)-.

Kembali ke home

Tumpukan Sampah Hiasi Jalan Raya Kemang

Sumber: Radar Bogor, 06-05-2008 12:10 WIB

KEMANG - Tumpukan sampah di ruas Jalan Raya Kemang-Parung sepertinya menjadi pemandangan biasa bagi warga sekitar dan pengguna jalan. Setiap terjadi hujan lebat, ruas jalan tersebut tergenang air yang meluap dari drainase di sepanjang jalan dan membawa sampah setelah banjir surut.

Meluapnya air ke jalan karena tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Ini mengakibatkan banjir hingga lebih dari 30 cm atau selutut orang dewasa. Hal ini pun sudah diketahui Kepala Desa Kemang Ugan Suganda yang telah berupaya membersihkan saluran tersebut. Dia hanya mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah di saluran air. Namun, imbauan tersebut tidak pernah dihiraukan. Terbukti, sampah tetap menumpuk. Banjir pun tak terhindarkan setiap kali hujan lebat.

"Yang dirugikan selama ini adalah pengguna jalan yang harus mendorong kendaraannya karena mesin mati terendam air. Sedangkan masyarakat sekitar juga berisiko terjangkit penyakit gatal-gatal dan diare," terangnya.

Sementara Kepala UPTD Binamarga dan Pengairan wilayah Parung Suprapto menuturkan, pihaknya sudah menerima surat dari Dinas Binamarga Balai Pengelolaan Jalan wilayah Pelayanan I Cianjur Provinsi Jawa Barat No. 942/156/BPJw-i Cjr yang berisi rencana informasi program kerja. Salah satu butirnya melakukan perbaikan sarana jalan di ruas Jalan Kemang-Parung yang meliputi perbaikan saluran air.

"Karena jalan tersebut termasuk jalan provinsi, perbaikan juga menjadi tanggung jawab Binamarga Provinsi. Tapi, dalam waktu dekat akan terlaksana karena suratnya sudah kami terima," ujarnya.

Rencana perbaikan tersebut mendapat respons positif dari warga. Namun, mereka berharap perbaikan tidak hanya digembar-gemborkan. Sebab, realisasi secepatnya lebih diharapkan sebagai bukti kepedulian pemerintah. (rp2)

Kembali ke home.



Senin, 05 Mei 2008

Masyarakat Bisa Melaporkan Jika Ada Kejanggalan: Sholis Harus Tahan Lama

Sumber: Radar Bogor, 06-05-2008 05:42 WIB

KAPTEN MUSLIHAT - Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) tengah dalam perbaikan. Namun, masyarakat mengharapkan perbaikan yang memakan Rp8 miliar ini jauh lebih baik dan bertahan lama. Jangan sampai belum satu tahun diperbaiki sudah rusak seperti perbaikan awal 2007 lalu yang membuang Rp7,5 miliar.

Wakil Ketua Komisi C Yusuf Dardiri berjanji akan mengawasi lebih ketat pengerjaan jalan nasional tersebut. Menurutnya, alas kerja menjadi kunci kekuatan jalan. Ia pun mepertanyakan PT Sumber Batu sebagai pengembang yang berencana mengecor lima hingga 25 cm sepanjang 1 km.

“Jika alas kerja kurang tebal dan kuat, apapun di atasnya, mau dicor atau hotmik tetap akan cepat rusak. Solusinya? Bongkar ulang, tingkatkan pengerasannya,” katanya.

Alas kerja itu sebaiknya setebal 30-40 cm. Kalau tidak, kemungkinan amblas akan terjadi lagi. Apalagi, Sholis termasuk jalan nasional dan seharusnya bisa menahan beban sekitar 30 ton.

“Kalau alas kerja hanya 25 cm kekuatan tonasenya standar, hanya sekitar 10 ton,” ujar Ketua F-PKS ini.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah drainase di kanan kiri jalan. Menurut dia, sekuat apapun jalan tetap akan rusak jika tak ada drainase. Tak terkecuali drainase di sekitar median jalan.

“Air bisa masuk dari median. Kalau tak mampu menahan derasnya air bisa meleber ke bahu jalan,” tandas Yusuf.
Komisi C juga berencana memanggil PT Sumber Batu. “Kita ingin mendengar ekspose-nya,” ujarnya.

Meski lelang dilakukan oleh pemerintah pusat, lanjutya, tetapi tiap wilayah memiliki standar dan dapat memberikan masukan. Salah satu wadahnya menyampaikan masukan kepada DPR RI Komisi 4.

Senada dengan Yusuf, Anggota Komisi C Taufik Khusnun mengatakan perbaikan jalan Sholis dengan cara betonisasi memang bagus, mengingat tanah sekitar Sholis basah.

“Jadi pengerjaan dengan betonisasi cukup andal,” katanya yang berencana dalam waktu dekat melakukan sidak ke lokasi.

Politisi dari PDIP ini juga mewanti-wanti pengerjaan seharusnya dilakukan saat alas kerja sudah rata dan tak ada lagi ada genangan air.

Tak lupa ia mengimbau pada masyarakat untuk ikut mengawasi dan kritis terhadap pengerjaan proyek di Kota Bogor termasuk perbaikan Sholis.

“Kalau ada kejanggalan segera melapor pada kami. Karena kita punya pengalaman buruk dengan pengerjaan Sholis sebelumnya,” tukasnya.

Sementara itu, penambalan sisi jalan Sholeh Iskandar (Sholis) sebelah utara hampir rampung. Ini sesuai skedul penambalan Sholis selama dua minggu.

Supaya sesuai jadwal selama dua minggu, petugas menurunkan alat-alat berat untuk memperbaiki kerusakan parah di sepanjang Sholis sebelah utara . Petugas juga menutup sebagian badan jalan dengan memasang papan peringatan dan pembatas. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus berjalan lebih lambat.

Beberapa pekerja meratakan lubang kerusakan dengan bebatuan. Sementara, ada beberapa lubang kerusakan tergenang air hujan.

Penanggung jawab dari kontraktor PT Sumber Batu, Sahat Pakpahan, selama sembilan hari bekerja, patching (penambalan) mencapai lebih dari 60 persen dari jarak keseluruhan 2,2 kilometer.

Menurutnya, seusai penambalan jalan sebelah utara, fokus penambalan pada sisi selatan yang mengalami kerusakan lebih parah. Sisi jalan selatan akan mendapat penanganan seperti mengisi lubang dengan batu dan meratakannya menggunakan alat berat. Namun karena bagian selatan menggunakan beton, yang terlihat hanya meratakan jalan.
Proyek infrastruktur dengan bujet Rp8 miliar tersebut, lanjut Sahat hanya memperbaiki badan jalan. Sedangkan untuk drainase yang juga menjadi bagian proyek APBN belum tampak.

“Menunggu perintah saja. Sekarang kita memang melakukan penambalan sampai semua sisi jalan yang rusak di sebelah ini (utara,red) tertangani,” katanya.

Pengerjaan drainase di kanan-kiri jalan bersamaan dengan pengerjaan pengerasan (rigid) jalan dengan betonisasi. (rtn/nan)

Kembali ke Home.

Minggu, 04 Mei 2008

Awasi Siswa, Kadisdik Sebar Intel

Sumber: Radar  Bogor, 05-05-2008 08:02 WIB


BOGOR - Kalangan dewan mewanti-wanti pelaksanaan UN tingkat SMP. Sebab, ada ketidakpuasan pelaksanaan UN tingkat SMA beberapa waktu lalu.
Untuk itu, anggota Komisi D Fauzi Sutopo mengimbau pusat rayon tak perlu lagi memberikan sampul soal cadangan. Ini akan menimbulkan kesempatan bagi pihak yang tidak bertanggung jawab membuka sampul soal cadangan. Kemudian mengerjakan soal ujian dan menyebarkannya SMS ke murid.

Ke depan, dia juga meminta harus ada penyortiran lembar soal, sehingga lembar soal ke tiap rayon dalam kondisi bagus. "Seperti saat Pemilu, disortir dulu kertas suaranya," ujarnya.
Fauzi juga mendesak adanya keterbukaan Dinas Pendidikan (Disdik), baik petugas pemantau ujian atau Tim Pemantau Independen (TPI). "Memang dalam peraturan tidak boleh masuk kelas. Tapi, kami kan mengawasinya tidak masuk ke dalam kelas. Hanya melewati dan lihat dari kaca," jelasnya.

Fauzi lantas mempertanyakan fungsi TPI. Sebab, TPI juga tidak boleh masuk memantau pengawas. Padahal, fungsinya mengawasi pelaksanaan UN agar berkualitas. Apalagi, dia melihat aksi peserta membawa ponsel ke dalam ruang ujian. Fauzi tak memungkiri ini terjadi karena tak ada instruksi seragam dari Disdik pada tiap sekolah.

Mencegah kemungkinan lembar jawaban yang terselip, Fauzi mengimbau pengawas menginstruksikan peserta ujian menempatkan lembar soal dan lembar ujian di atas meja. Misalnya, peserta meletakkan lembar jawaban di sebelah kiri dan lembar jawaban di sebelah kanan meja. "Jadi, tidak ada kasus salah satu lembar jawaban peserta tak ada di rayon pusat, padahal terselip di kumpulan lembar soal," jelas Fauzi, seraya berharap, terciptanya sistem pengawasan pelaksanaan UN terpadu.

Sementara itu, Kadisdik memperketat siswa membawa handphone (HP). Maka dari itu, dia menyebar intel. “Saya sebar intel untuk memantau pelaksanaan UN. Dan, itu tidak akan diketahui sekolah mana pun,” kata Kadisdik Kota Bogor Bambang Gunawan kepada Radar Bogor, kemarin.

Dia menjelaskan, langkah ini tak lain untuk mencegah kabar tak sedap perihal dugaan kebocoran yang selalu disangkakan kepada pihak penyelenggara UN. Langkah ini bukan berarti untuk mengurangi kepercayaan TPI, panitia maupun pengawas lainnya. Namun sebatas pelengkap untuk memperkuat laporan yang dibutuhkan selama penyelenggaraan UN berlangsung.
Menurut dia, khusus peserta dan sesuai tata tertib yang berlaku tentu ada pelarangan. Salah satunya membawa HP ke dalam ruangan. Dia percaya dengan pengawasan ketat itulah, diharapkan tidak ada siswa yang membawa HP. Di luar pelaksanaan, dia mengimbau kepada siswa agar tak mempercayai SMS yang berkaitan dengan jawaban UN.

“Bisa saja saat istirahat tiba-tiba siswa dapat SMS jawaban. Saya harap jangan sepenuhnya percaya, karena takut SMS yang datang akan mengacaukan situasi dan kenyamanan siswa saat ikut ujian,” tuturnya.

Sedangkan Koordinator TPI Bibin Rubini menjelaskan, hingga sejauh ini belum ada pelanggaraan pihak penyelenggara. Bahkan, pendistribusian soal tahun ini lebih baik dibanding kegiatan sebelumnya.

Terkait pemantauan nanti, tugas TPI hanyalah sebatas memantau. Bilamana terjadi pelanggaran, itu hanya akan dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk setiap pelanggaran yang terjadi. Entah adanya pembocoran soal maupun pelanggaran lain yang berkaitan dengan pelaksanaan UN.

“Intinya, dari mulai pendistribusian, pelaksanaan hingga pengiriman LJK, tim kami pasti memantau langsung,” pungkasnya (rtn/rev)

Kembali ke Home.

Sabtu, 03 Mei 2008

Geng Motor-Warga Gelut

Sumber: Radar Bogor, 04-05-2008 04:34 WIB

BOGOR - Kampung Sukaasih Kelurahan Cipaku tadi malam mencekam. Ratusan anggota geng motor yang teridentifikasi dari kawasan Kabupaten Bogor bagian timur berkelahi dengan warga Sukaasih, tepatnya di depan acara hajatan.
Informasi yang diperoleh Radar Bogor di lokasi kejadian, peristiwa tersebut terjadi pukul 21:00 WIB. Saat itu ratusan geng motor konvoi melintasi Kampung Sukaasih menuju kawasan Sukabumi.
Nah, di tengah perjalanan, ada salah seorang warga yang menggelar hajatan. Lazimnya acara hajatan di pinggir jalan, parkir pun penuh. Kebetulan, di sana banyak berjejer motor yang di parkir. Rupanya anak-anak motor ini merasa terganggu dengan keberadaan motor tersebut. Lantas, mulailah beberapa pengendara motor itu iseng dengan menyerempet hingga merusak motor tersebut.
Warga yang mengetahui aksi nekat anak motor ini mencoba melarang dan menghentikan perbuatan tersebut. Rupanya, upaya warga tadi dibalas dengan kurang simpatik.
Entah siapa yang memulai, terjadilah kericuhan yang berakhir dengan adu jotos. Seketika, suasana panas dengan bentroknya warga dan anak-anak motor. Bahkan, diduga salah satu korban dari warga adalah aparat TNI. Korban pun langsung diangkut ke RS PMI Bogor.
Sementara Kabagops Polresta Bogor AKP Udin Zaenudin mengatakan, pihaknya telah mengamankan anggota geng motor yang berbuat onar itu. "Ya, sebanyak 60 orang sudah dibawa ke Polresta. Sedangkan 40 orang masih ada di TKP dan sisanya dalam pengejaran petugas," katanya.
Tak hanya itu, terang dia, pihaknya juga mengamankan puluhan senjata tajam (sajam) dari anggota geng motor ini, seperti badik, ikat pinggang dan obeng.
"Sejauh ini motifnya baru kelalaian pengendara, tapi nanti ada penyelidikan lanjutan. Sekarang yang sedang kita lakukan adalah mengamankan TKP agar kondusif," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan pukul 00:00 WIB, aparat kepolisian dan warga sekitar masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. (dei/rp3)

sebanyak 100 anak Gang Motor Sapujagat asal Gunungputri buat ulah di Bogor, itu ketika ratusan anggota gang motor melintasi kampung Sukaasih Rt3/12 kelurahan Cipaku kecamatan Bogor selatan membuat onar dikampung tersebut karena ulah mereka warga menjadi geram bahkan sempat menimbulkan baku hantam antara warga setempat dengan ratusan gang motor, terang saja kondisi ini membuat kampung tersbeut mencekam, bahkan untuk meredakan suasana satu dalmas dari Polresta Bogor diterjunkan guna mengamankan wilayah itu.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bogor kejadian tersbeut terjadi pada jam 21:00, dimana ratusan anggota Gang motor melintas kampung Sukaasih, ditengah perjalanan ada salah satu warga yang sedang menggelar acara hajatan dan dipinggir jalan itu banyak motor yang diparkir, merasa tergangu dengan keberadaan motor tersbeut lantas sambil melintas ratusan gang motor ini merusak motor yang mungkin mengganggu perjalanan mereka.

Lantas warga pun melarang dan mencoba menghentikan perbuatan mereka. Tak terima dilarang oleh warga setempat, ratusan gang motor kalap dan langsung menyerang warga. Melihat salah satu warga diserang puluhan warga lainnya pun ikut membantu seketika itu juga suasana langsun panas dengan bentroknya warga dan gang motor, bahkan diduga salah satu korban dari warga adalag aparat TNI di korban langsung di bawa ke RS PMI Bogor.

Menurut saksi mata, Asep (45) peristiwa ini terjadi ketika ratusan gang motor melintasi warga yang sedang hajatan. 'mungkin ketika mereka lewat banyak motor yang diparkir dipinggir jalan dan menggungu perjalanan mereka, kemudian mereka langsung merusak motor yang diparkir. Nah, saat dilarang itulah mereka kalap dan langsung menyerang warga yang melarang, padahal tujuan mereka mau ke Sukabumi dan kesini hanya lewat saja,”kata Asep.

Sementara itu, di tempat kejadian perkara (TKP) Kabagop Polresta Bogor AKP Udin Zaenudin, mengatakan pihaknya telah mengamankan anggota gang motor yang berbuat onar ini. “sebanyak 60 orang sudah dibawa ke polresta, dan 40 masih ada di TKP dan sisanya masih dalam pengejaran petugas,”kata Udin.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berhasil mengamankan puluhan senjata tajam (sajam) dari para anggota gang motor ini seperti Badik, ikat pinggang dan Obeng. “sejauh ini motofnya baru kelalaian pengendara namun nanti ada penyelidikan lanjutan. Saat ini yang sedang kita lakukan adalah mengamankan TKP agar kondusif,”jelansya.

Hingga jam 12:00 aparat kepolisian dan warga masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. (dei/rp3)

Kembali ke Home.

Kapolwil Bogor Diganti

 Sumber: Radar Bogor, 03-05-2008 06:58 WIB

BOGOR - Kapolwil Kombes Sabar Rahardjo segera meninggalkan Bogor. Dia mendapat promosi jabatan dengan menduduki sekretaris Biro Pembinaan Karir SDE SDM Polri yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Prasetyo. Prasetyo selanjutnya mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolda Papua.

Menurut bocoran sumber di Mabes Polri, pergantian orang nomor satu ini berbarengan dengan pergantian delapan kapolda dengan merujuk TR Kapolri Nopol : TR/183/V/2008.Ref Skep Kapolri Nopol: skep/152/V/2008 TGL 1-5-2008 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Sementara itu, kursi digantikan Kombes Pol Andayono. Dia sebelumnya menjabat sebagai Kabid Propam Polda Sumatera Utara. Promosi jabatan itu bisa jadi kado terindah bagi Sabar, karena bertepatan dengan hari ulangtahunnya ke-50.

Saat ditemui di aula Polwil Bogor dan dikonfirmasi mengenai adanya mutasi tersebut, Sabar hanya tersenyum.

"Kata siapa? Saya saja belum menerima TR resminya dari Polda. Tapi informasinya yang saya dengar di Mabes Polri seperti itu," katanya.
Sabar juga mengaku baru diberitahu malam sebelumnya atau Kamis (1/5) bertepatan dengan dikeluarkannya TR dari Kapolri. Dia berusaha bijak menyikapi mutasi terhadap dirinya itu. "Mutasi itu kan sudah hal biasa di tubuh Polri, jadi bagi saya bukan hal yang aneh," ujarnya.

Meski diakui Sabar dia sangat mensyukuri dengan apa yang telah diperolehnya, baik saat menjabat sebagai kapolwil Bogor maupun mendapat promosi jabatan.

"Semua ini kan berkat dukungan dari semua pihak, termasuk teman-teman media, selama saya menjabat sebagai Kapolwil Bogor," pungkasnya. (nie)

Kembali ke Home

Puting Beliung Terjang 31 Rumah di Cimahpar

Sumber: Radar Bogor, 04-05-2008 04:30 WIB


BOGOR — Cimahpar terus menjadi sasaran angin puting beliung. Setelah pekan lalu diamuk angin mematikan itu, kemarin kelurahan yang terletak di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor itu kembali dihantam puting beliung. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, 31 rumah mengalami rusak berat.

Informasi yang dihimpun Radar Bogor di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16:30 WIB. Ketika itu cuaca memang kurang bersahabat. Itu membuat sebagian besar warga waswas. Selain hujan lebat, angin pun cukup besar.

Tak lama, tiba-tiba puting beliung berputar-putar selama 10 menit dan langsung menyapu sebagian besar rumah warga dan pepohonan di Cimahhpar.

“Pas hujan besar kita sedang berada di dalam rumah. Sejak hujan datang, kami sangat waswas. Soalnya, baru kemarin puting beliung terjadi di kampung sebelah,” terang salah seorang warga yang rumahnya rusak parah disapu puting beliung Syamsudin.

Dia menambahkan, angin puting beliung ini sangat besar sehingga menumbangkan beberapa pohon. Suasana makin mencekam ketika listrik langsung padam karena kabel utama tertimpa pohon yang tumbang.

“Sekarang mau apalagi Mas, kejadiannya sudah berlalu. Kita mengharapkan bantuan dari Pemkot Bogor,” pintanya.

Sementara Lurah Cimahpar Sanjaya mengatakan, pasca kejadian puting beliung, pihaknya langsung mengumpulkan data dari dua RW. Tercatat, 31 rumah rusak. Delapan diantaranya tergolong parah. Selain itu, pihaknya juga langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Pemkot Bogor dan PMI.

Mendapat laporan itu, Disnakersos Kota Bogor segera menyalurkan bantuan awal berupa beras 11 karung, selimut 11 buah, tikar, mi instan dan ikan kaleng. “Bantuan ini hanya tahap awal. Bantuan berikutnya nanti kita tunggu laporan lanjutan,” tambah perwakilan Disnakersos Rahman.(dei)

Kembali ke Home.

Semua RS Tolak Pasien Flu Burung

Sumber: Radar Bogor, 03-05-2008 12:23 WIB


IR H JUANDA - Wabah flu burung yang pada Mei ini kembali mengancam tetap menjadi momok menakutkan. Tak hanya bagi masyarakat, tapi juga rumah sakit di Kota Bogor. Menurut Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan dr Eddy Darma, dari delapan rumah sakit di Kota Bogor semuanya menolak pasien suspect flu burung. Adapun RS PMI tapi hanya menjadi tempat transit.

Selanjutnya, pasien harus segera dipindahkan ke rumah sakit lain. Sebut saja, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Persahabatan.

Eddy memakluminya. Sebab, delapan rumah sakit swasta di Kota Hujan ini belum memiliki standar ruang pelayanan khusus pasien flu burung. Saat ini RS PMI tengah membangun ruang transit khusus pasien suspect flu burung. Ke depan, pihaknya mengupayakan RS Marzoeki Mahdi untuk membuat ruang perawatan.

Menurut dia, ada tiga lapisan khusus untuk ruang pelayanan kasus pasien terdiagnosis tertular virus H5N1. Ruang pertama untuk menerima tamu, ruang kedua untuk transit dan ruang ketiga untuk perawatan.

“Di ruang tiga yang boleh masuk hanya petugas tetap. Itu pun harus menggunakan ultraviolet untuk mematikan kuman. Semua ruangan itu, bukan untuk mengamankan pasien tetapi orang sehat agar tidak tertular," ujarnya.

Kendati rumah sakit di Kota Hujan ini belum memiliki standar ruangan yang di-setting untuk menangani penyakit menular, segala upaya harus segera dilakukan. Sebab, membawa pasien suspect flu burung bukan perkara mudah.

Kasus yang sering ditemui di rumah sakit kota sendiri diminta pergi, di rumah sakit yang bisa menangani ditolak karena keterbatasan ruangan. Sekadar mengetahui, RS Hasan Sadikin hanya memiliki enam tempat tidur khusus untuk penyakit dengan kasus suspect flu burung.

“Ambulans yang membawa pasien suspect flu burung pun khusus. Menghubungi 911 yang jumlahnya terbatas. Kini Dinkes sudah memiliki ambulans khusus pasien yang masuk kategori suspect dari virus H5N1 ini,” kata ayah dua anak ini.

Ia pribadi pernah menunggu delapan jam hingga ambulans dari Jakarta itu datang ke Bogor untuk menjemput pasien. “Waktu itu saya menunggu bersama camat Bogor Tengah. Ambulans baru datang pukul 03:00 WIB,” kata Eddy.

Jika ada masyarakat di lingkungan terkena suspect flu burung, berlaku potong birokrasi. Mengapa? Karena, lanjut dia, rentang masa krisis pun hanya sepuluh hari. Berarti, kesempatan melakukan perawatan sangat pendek. “Kalau menggunakan sistem rujukan akan membutuhkan waktu lama sampai mendapat perawatan di rumah sakit,” katanya. Pasien kasus suspect flu burung tak perlu khawatir soal biaya. “Semua biaya gratis. Asalkan benar yang bersangkutan terdiagnosa flu burung,” ujarnya.

Jadi, sambung dia, jika ada warga yang diduga suspect flu burung, Eddy mengimbau segera menghubunginya. “Tugas saya bukan merawat, tapi memindahkan pasien tersebut ke rumah sakit yang mau menerima dan mampu menangani kasus flu burung,” tandasnya. (rtn)

Kembali ke Home

Walikota Himbau Umat Islam Di Kota Bogor Bersikap Tenang

Sumber: Pemkot Bogor, Jumat, 02 Mei 2008


Walikota Bogor Diani Budiarto menghimbau kepada seluruh umat Islam di Kota Bogor untuk tetap bersikap tenang dalam menghadapi berkembangnya pro dan kontra pembubaran jemaah Ahmadiyah. “Kita tunggu sikap resmi atau keputusan pemerintah terhadap usulan bakor pakem tentang pelarangan aktivitas Ahmadiyah, “ tandas Diani salam sambutannya disampaikan Asisten Sosial Ekonomi (Sosek) H Indra M Rusli dihadapan ratusan umat Islam yang menghadiri peringatan Maulid di Masjid Agung Bogor, Jalan Dewi Sartika Bogor Tengah, Kamis (1/5)

Sementara itu di wilayah Kabupaten Bogor aksi menentang kelompok Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di terjadi di Kampung Ciaruteun Udik, Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Rabu (30/4) lalu Sekelompok orang berusaha ingin membakar tempat ibadah milik JAI, namun aksi itu berhasil digagalkan setelah dilakukan negosiasi dengan petugas Polres Bogor dan Polwil Bogor. Dalam aksinya mereka hanya menurunkan genting atap tempat ibadah tersebut.

Diperoleh informasi kejadian tersebut bermula ketika sekelompok orang berbondong-bondong mendatangi tempat ibadah JAI di kawasan tersebut. Untuk mencegah terjadinya tindak anarkis petugas gabungan yang terdiri dari Polres dan Polwil Bogor secepatnya tiba di lokasi tersebut. Dengan membuat pagar betis agar massa tidak menyeruak masuk ke tempat ibadah JAI itu.

Setelah dilakukan negosiasi massa hanya dibolehkan membongkar atap tempat ibadah milik JAI, sehingga tidak lama kemudian massa berhamburan menaiki atap tersebut. Pencopotan atap ini atas inisiatif petugas dan massa agar tidak terjadi tindak anarkis, kata Kapolres Bogor AKBP Arif Ontowiryo di lokasi kejadian.

Imama Subki salah seorang warga mengatakan bahwa warga sekitar sudah memperingatkan kepada anggota JAI agar tidak menggunakan tempat ibadah tersebut. Namun tidak diindahkan oleh anggota JAI sehingga terpaksa diambil langkah tegas seperti yang dilakukan sekarang ini.

Sebelumnya sudah memperingatkan kepada mereka untuk tidak menggunakan tempat ibadah itu tapi tidak diindahkan sehingga terpaksa kami bertindak tegas, tandasnya.

Sementara itu Pimpinan JAI cabang Ciaruteun, Ahmad Hidayat mengaku kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oleh warga tersebut. Kami minta kepada masyarakat untuk menghormati JAI di kampung ini karena JAI tidak pernah mengganggu pihak lain. Kami minta petugas bertindak tegas terhadap para pelaku, tegasnya.(iso/red)

Kembali Ke Home